Penyakit Hiv Aids

Penyakit Hiv Aids – INFEKSI HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan infeksi salah satu virus dari dua jenis virus yang secara progresif merupakan sel-sel darah putih. Kerusakan sel-sel darah putih atau limfosit menyebabkan AIDS (Aquired Immunodeficiency Snydrome) dan penyakit lainnya sebagai dari gangguan kekebalan tubuh.

Pada Awal tahun 1980, para peneliti menemukan peningkatan mendadak dari 2 jenis penyakit di kalangan kaum homoseksual di Amerika.

Kedua penyakit itu adalah Sarkome Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan Pneumonia Pnemokista (sejenis Peumonia yang hanya terjadie pada penderita gangguan sistem kekebalan).

Kegagalan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS .

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit HIV AIDS dan Penularannya

Penyakit HIV AIDS dan Penularannya – Jika Anda mendengar kata HIV AIDS mungkin yang Anda pikirkan adalah suatu momok yang menakutkan dan juga dianggap sebagai penyakit kotor. Penyakit ini bisa menyebabkan harapan hidup si penderita menjadi lebih singkat untuk hidup didunia karena penyakit yang dialaminya. Kumpulan dari gejala penyakit yang menyerang sistem daya tahan tubuh mereka akan mengakibatkan tubuh mereka menjadi lemah dan rentan terserang berbagai macam penyakit. HIV atau Human Immunodeficiency virus merupakan salah satu virus yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit Aids. Virus yang bertujan dalam merusak sistem daya tahan tubuh dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh sehingga membuat kekebalan tubuh menjadi menurun dan tidak bisa bertahan dalam melawan infeksi.

Penyakit HIV AIDS dan Penularannya

Penyakit HIV AIDS dan Penularannya

Penyakit HIV AIDS

Hhingga saat ini masih belum ada obat aids yang membantu mengatasi penyakit ini sampai sembuh. Jika penyakit HIV ini tidak mendapatkan penanganan dengan baik selama kurun waktu sekitar 5-10 tahu maka akan menyebabkan terjadinya perkembangan berubah menjadi penyakit AIDS. Dan penyakit Aids dibati dengan menggunakan obat antiretroviral. Obat antiretroviral ini digunakan dalam membantu mengobati penyakit infeksi HIV.

Gejala penyakit HIV AIDS adalah :

  1. Berat badan menurun dengan drastis
    Penurunan berat badan yang terjadi ini biasanya didasari tanpa ada penyebab yang jelas. Hal ini disebabkan karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangat selera makan mereka. Meski makan dengan banyak kalori, karbohidrat, atau juga makanan bergizi lainnya tetapi berat badan akan tetap menurun.
  2. Penyakit diare yang tidak kunjung sembuh.
    Jika kita menemui seseorang dengan kasus penyakit diare yang tidak kunjung sembu dan sudah melakukan pengobatan pemberian obat atau juga obat antibiotik lainnya namun masih belum sembuh, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter karena takut dicurigai menderita penyakit HIV. Dan jika faktor resiko banyak terjadi pada mereka.
  3. Demam dan juga sakit flu yang tidak sembuh
    Mereka yang mengalami demam dengan terjadi berkelanjutan dan juga masalah hilang timbul dan biasanya demam bisa mencapai sekitar 39 derajat celcius atau lebih dan tidak kunjung sembuh setelah diberikan beberapa jenis untuk menurunkan panas.
  4. Cepat merasa lelah
    Hal ini disebabkan karena birus yang menyerang sistem daya tahan tubuh maka biasanya pada penderita penyakit HIV AIDS ini akan menjadi cepat merasa kelelahan walaupun dalam melakukan aktivitas yang tidak terlalu banyak.

Penyakit HIV AIDS dan penularannya bisa terjadi akibat beberapa hal :

  1. Penyakit HIV AIDS dan penularannya yang disebabkan karena hubungan seksual yang bebas dengan mereka yang sudah positif menderita penyakit HIV. Maka unutk mereka pelaku hubungan seksual biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi misalnya adalah menggunakan kondom.
  2. Penyakit HIV AIDS dan penularannya lewat transfusi darah dari si penderita yang terkena penyakit HIV
  3. Penyakit HIV AIDS dan penularannya karena penggunaan dari jarum suntik yang digunakan dengan bergantian, penggunaan dari jarum tindik atau juga dari pembuatan tatto yang sudah tercemar dengan virus HIV. Dalam hal penggunaan dari jarum suntuk, maka para pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntuk sebagai salah satu media adalah salah satu golongan orang yang mempunyai resiko tertinggi dalam mengalami penyakit HIV AIDS.
  4. Penularan penyakit HIV AIDS dari ibu hamil yang sudah positif mengalami penyakit HIV ke janin kandungan mereka. Sehingga jika bayi tersebut lahir, resiko dalam mengidap penyakit HIV AIDS juga bisa saja terjadi.

Mencegah Penyakit HIV AIDS

Lalu bagaimana melakukan pencegahan pada penyakit HIV AIDS ini? Pemerintah melakukan pencegahan lewat beberapa terobosan untuk membantu mencegah terjadinya penyebaran penyakit HIV AIDS. Beberapa tips yang bisa dilakukan dalam mengatasi penyakit AIDS adalah :

  1. Melakukan hubungan seksual yang aman. Maka sebaiknya setia dengan pasangan dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda dengan cara yang aman.
  2. Menghindari hubungan seksual bebas, baik dengan mereka pekerja seks komersial dan juga dengan berganti-ganti pasangan.
  3. Jika pasangan Anda memang sudah terbukti dalam mengidap penyakit HIV AIDS maka sebaiknya adalah menggunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual.
  4. Pencegahan penyakit hubungan seksual yang terjadi lewat transfusi darah adalah sebaikya jangan melakukan transfusi darah
  5. Selain itu hindari juga penggunaan dari beberapa jenis obat-obatan terlarang, dan penggunaan dari alat suntik bersama, tatto atau juga tindik.
  6. Untuk ibu yang positif menderita penyakit HIV AIDS, maka sebaiknya adalah tidak hamil. Hal ini bertujuan untuk menghambatnya terjadi penularan pada bayi yang akan dilahirkan.

Hingga saat ini memang masih belum ditemukan obat AIDS yang bisa membantu mengobati penyakit HIV AIDS sampai sembuh. Penggunaan obat yang digunakan baisanya adalah obat anti retrovirus atau ARV yang bisa membantu menghambat virus. Saat ini sudah ada 4 jenis utama obat ARV yang diresepkan. Selain dengan penggunaan obat ARV, untuk Anda yang sudah positif dalam mengalami penyakit HIV maka bisa melakukan pengobatan herbal dengan menggunakan buah merah yang bisa membantu mencegah terjadinya perkembangan penyakit HIV AIDS.

Penyakit HIV AIDS dan Penularannya

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala HIV Aids

Gejala Hiv Aids – Oke teman-teman pada artikel saya yang satu itu saya akan membahas tentang penyakit hiv aids dan juga gejala hiv aids. Apa sih hiv aids? Dan apa saja gejala penyakit hiv aids yang biasa dialami oleh penderita.
Aids merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama hiv atau Human Immunodeficiency Virus. virus hiv adalah jenis virus yang akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang, penyakit ini sangat berbahaya karena mempunyai resiko kematian yang tinggi dan menurut penelitian penyakit ini memang belum ada obatnya.
Penyakit ini bisa menular pada siapa saja dan belum diketahui obatnya, penyakit hiv aids sangat berbahaya dan ditakuti oleh semua manusia didunia termasuk saya sendiri pastinya!Penyakit ini mempunyai gejala dan penyebabnya saya akan memberitahu anda apa saja gejala yang akan dialami oleh penderita penyakit hiv aids pada umumnya.

Gejala HIV Aids

Gejala HIV Aids

 

Beberapa Gejala HIV Aids Adalah :

1. Mual, Muntah Dan Diare

Orang yang positif terkena penyakit hiv aids biasanya akan mengalami hal seperti mual,muntah dan juga diare. Penderita hiv aids akan mengalami diare yang terus menerus dan akan disertai dengan mual bahkan muntah.

2. Nyeri Otot

Penderita penyakit hiv aids akan mengalami nyeri pada bagian otonya, nyeri yang terjadi akan terasa tidak normal dan tidak biasa karena nyeri ini disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada kelenjar getah bening. Penderita penyakit hiv aids juga akan mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.

3. Ruam Kulit

Biasanya gejala yang lain yang ditimbulkan oleh penyakit hiv aids adalah ruam pada kulit, penderita akan mengalami jerawat dan bisul yang secara tiba-biba terjadi pada kulit tubuhnya. Ini merupakan tanda awal yang akan terjadi pada penderita hiv aids, kulit anda akan menjadi kemerahan jika positif mengidap hiv aids.

4. Penurunan Berat Badan

Penderita yang positif mengidap penyakit hiv aids akan mengalami gejala hiv aids seperti penurunan berat badan secara drastis dan tiba-tiba, penurunan berat badan yang tidak normal harus diwaspadai karena ini merupakan gejala yang paling sering dialami penderita hiv aids.

5. Batuk Kering

Gejala hiv aids yang lainnya adalah batuk kering, penderita hiv aids akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, bahkan semakin lama batuk tersebut akan mejadi semakin parah. Gejala ini terjadi karena virus hiv yang sudah menyerang kekebalan tubuh penderita dan menyerang sel-sel yang lain yang ada didalam tubuh.

6. Demam

Pada tahap awal penderita penyakit hiv aids akan mengalami deman, bahkan penderita akan berkeringan pada malam hari walau cuaca sedang dingin. Ini adalah pertanda virus hiv mulai menyerang tubuh penderita. Biasanya penderita juga akan mengalami sakit pda bagian tenggorokan.

7. Perubahan Pada Kuku

Untuk gejala hiv aids yang satu ini penderita akan mengalami perubahan pada kukunya, biasanya penderita hiv aids kukunya akan menjadi sedikit lebih tebal dan melengkung bahkan akan mengalami perubahan pada warna kukunya, infeksi ini terjadi karena jamur yang namanya kandida.

Beberapa gejala hiv aids diatas sering dialami penderita penyakit hiv aids, jika anda mengalami gejala seperti diatas sebaiknya anda langsung pergi kedokter untuk memastikan gejala tersebut. Jangan membiarkan gejala tersebut dalam waktu yang lama, karena jika anda positif dengan virus ini anda bisa langsung mendapatkan penanganan atau pengobatan yang khusus dari dokter. Jangan pernah melakukan hal yang bisa membuat anda tertular penyakit ini, lebaik anda mencegah daripada anda mengobati. Penyakit ini sangat mengancam sumber daya manusia karena lebih dari 1 juta orang mengidap virus yang berbahaya ini, ini merupakan virus yang mempunyai resiko kematian paling tinggi didunia.

Cara Mencegah HIV Aids :

# Jangan melakukan pergaulan yang bebas
# Hindari melakukan hubungan seks dengan berganti ganti pasangan
# Jangan menggunakan narkoba
# Gunakan alat-alat medis yang steril
# Jangan menggunakan jarum tato bekas orang lain
# Jangan melakukan transfusi darah dengan menggunakan jarum bekas

Gejala HIV Aids

Gejala HIV Aids

Pada intinya adalah jangan pernah mencoba hal-hal yang bisa membuat anda tertular penyakit hiv aids, tetapi bagi anda yang mengalami gejala hiv aids sebaiknya langsung melakukan pemeriksaan di lab agar anda mengetahui apakah anda terkena virus hiv atau tidak.
Terima kasih telah membaca artikel saya! Semoga anda semua terhindar dari virus hiv aids yang sangat mengerikan itu.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , | Leave a comment

HIV AIDS

AIDS  disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang sering disebut dengan HIV. Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV AIDS sistejm kekebalan tubuhnya akan menurun drastic. Virus AiDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Gejala-gejala penyakit HIV AIDS adalah :

  1. Demam tinggi berkepanjangan
  2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
  3. Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
  4. Mengalami diare yang kronis
  5. Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
  6. Batuk berekepanjangan
  7. Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
  8. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
  9. Kurang ingatan
  10. Sakit kepala
  11. Sakit kepala
  12. Suklit berkonsentrasi
  13. Respon anggota gerak melambat
  14. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
  15. Mengalami tensi darah rendah
  16. Reflek tendon yang kurang
  17. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
  18. Infeksi jaringan kulit rambut
  19. Kulit kering dengan bercak-bercak.

Penularan HIV AIDS adslah :

  1. Hubungan seks kalmin
  2. Hubungan seks oral
  3. Hubungan seks melalui anus
  4. Transfusi darah
  5. Penggunaan jarum bersama (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
  6. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Obat-obatan HIV AIDS :

  1. NRTI  (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
  2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
  3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor

Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;

  1. Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah
  2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
  3. Abstrinensi (tidak melakukan hubungan seks)
  4. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah
  5. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
  6. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
  7. Jauhi narkoba.

 

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit HIV Aids Pada Wanita

penyakit-hiv-aidsHIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.

HIV merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. virus HIV mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. penularan virus ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorangg wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

gejala HIV/AIDS pada wanita

Gejala awal : 0-1 bulan

Menderita penyakit seperti flu dalam seminggu atau sebulan disebut sebagai infeksi HIV akut. sistem kekebalan tubuh, sebagai bagian dari pertahanan tubuh, mengembangkan antibodi terhadap HIV. proses tersebut terlha dari antibodi yang disebut serokonversi. Gejala meliputi demam, sakit kepaka nyeri tubuh, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening, ruam kulit, masalah sistem pencernaan. Gejala-gejala ini cenderung tidak diperhatikan atau disalah artikan sebagai penyakit lain yang kuga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV dilakukan sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus. Pada beberapa wanita, serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.

Gejala terakhir : 1 bulan – 10 tahun

Setelah tingkat gejala di ataas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini masuk ke dalam fase asimptomatik. tidak ada gejala HIV yang diperlihatkan oleh wanita setelah 1 tahun. Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar 10 tahun. Dengan demikian, perempuan positif HIV tidak menunjukkan gejala HIV selama sekitar 10 tahun setelah terkena gejala seperti flu biasa. Tetapii meski demikian, virus tetap ada dalam tubuh mereka, mereka tidak sadara secara terus-menerus menularkan vrus kepada orang lain melalu hubungan badan tanpa pengaman dan juga melalui transfusi darah atau melalui berbagi jarum suntik. Jika seorang wanita hamil, anak-anak mereka ikut terkena HIV/AIDS. Setelah 5-6 tahun, wanita yang mengidap HIV positif mungkin terlihat pada penurunan berat bdaan, kehilangan nafsu makan, masalah sisem pencernaan, infeksi kulit, tetapi hal ini biasanya diabaikan atau disalahartikan.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit HIV AIDS

AIDS merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang disebabkan oleh HIV yang dapat infeksi pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Gejala HIV AIDS tidak begitu saja langsung timbul. Namun ia akan timbul jika sudah bertahun-tahun .

Memburuknya status gizi merupakan resiko tertinggi penyakit ini. Gangguan gizi pada pasien AIDS umumnya menimbulkan gejala penyakit HIV AIDS yang terlihat pada penurunan berat badan. Ada dua tipe penurunan berat badan pada AIDS, yaitu penurunan berat badan yang cepat sering dihubungkan dengan infeksi oportunistik. Penurunan berat badan lebih dari 20% BB sulit diperbaiki dan sering mempunyai prognosa yang buruk,

penyakit-hiv-aids

Memburuknya status gizi bersifat multifaktor, gejala penyakit HIV AIDS yang terutama disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, gangguan absorpsi dan metabolisme zat gizi, infeksi oportunistik, serta kurangnya aktivitas fisik. Kurangnya asupan makanan disebabkan oleh anoreksia, depresi, rasa lelah, mual, muntah, sesak nafasm diare, infeksi, dan penyakit saraf yang menyertai penyakit HIV AIDS. Karena gangguan gizi memegang peranan penting dalam patogenesis penyakit HIV AIDS, terapi diet dan konsultasi gizi memegang peranan penting dalam upaya penyembuhan.

Gejala penyakit HIV AIDS. Infejsi oleh HIv akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena sel-sel pertahanan tubuh (sel-sel darah putih) semakin lama semakin banyak yang rusak maka penderita menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi kuman. Pada tahap akhir, penderita bahkan sudah tidak tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dibinasakan dengan mudah oleh tubuh.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit HIV AIDS dan Pencegahannya

HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Penyakit HIV AIDS dan Pencegahannya

Penyakit HIV AIDS dan Pencegahannya

Penyakit HIV AIDS dan Pencegahannya

Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah, bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih.

Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan.

Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan HIV Pada Manusia

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan mengandung sel terinfeksi atau partikel virus. Yang dimaksud dengan cairan tubuh di sini adalah darah, semen, cairan vagina, cairan serebropinal dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga terdapat pada air mata, air kemih dan air ludah.

HIV ditularkan melalui cara-cara berikut:
• Hubungan seksual dengan penderita, dimana selaput lendir mulut, vagina atau rektum berhubungan langsung dengan cairan tubuh yang terkontaminasi.

• Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi. Hal ini sering terjadi pada saat transfusi darah, pemakaian jarum bersama-sama atau tidak sengaja tergores oleh jarum yang terkontaminasi virus HIV.

• Pemindahan virus dari yang terinfeksi kepada anaknya sebelum atau selama proses kelahiran .

• Melalui ASI

HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun dirumah . Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Hiv Aids

Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS,V yaitu HIV-1, HIV-2, HIV yang banyak ditemukan di daerah Barat, Eropa, Afriaka Tengah, Selatan, dan Timur. Sedangkan HIV-2 banyak di temukan di Afrika Barat.

PENYEBARAN DALAM TUBUH

Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut . Materi genetik virus yang dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinteksi. Di dalam sel, Virus berkembng biak pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan pertikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.

Virus menempel pada limfosit yang memiliki satu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar. Sel-sel yang memiliki reseptor biasanya, disebut sel CD4+ atu disebut limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan menagatur sel-sel lain pada sistem kekebalan.(misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T stitostik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.

Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga teradi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infksi dan kanker.

Seseorang yang terinfeksi HIV akan kehilangan limfosit Tpenolong melalui 3 tahap selama beberpa bulan atau tahun.

1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV sejumlah sel menurun sebanyak 40-50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat dalam luar darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus, tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.

2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus didalam darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi dak kadar Limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter mendapati orang-orang yang berisiko tinggi menderita AIDS.

3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika kadarnya turun hingga 200 sel/Ml darah, maka penderita menjadi rentan terhadap infeksi.

Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B. Limfosit B adalah limfosit yang menghasilkan antibodi. Seringkali HIV meyebabkan produksi antibodi berlebihan. Antibodi yang diperuntukkan melawan HIV dan infeksi lain ini banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.

Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan  Sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan sasaran baru yang harus diserang.

Posted in Penyakit Hiv Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment